thobannajah header

Pentingnya Belajar Ilmu Sharof

Posting Komentar

pentingnya belajar ilmu shorof
Alhamdulillah pada kesempatan kali ini aku mau sharing tentang belajar Ilmu Shorof kepada teman-teman. Tapi aku sarankan teman-teman yang membaca tulisanku adalah alumni pondok pesantren, baik salafi atau pun modern, kenapa? Biar tidak terlalu buta sih hehehe.

Aku belajar ilmu shorof di pondok pesantren modern Darel Azhar, kalau teman-teman mau tau tentang pondok ku boleh klik disini biar sedikit kenalan hehehe.

Pondok ku berkiblat ke Gontor, jadi buku yang aku pelajari terbitan gontor ya tentu nya. Sebenarnya apapun dan bagaimanapun, shorof itu sama. Ya... begitu-begitu saja bahasannya hanya saja kata guru ku; ilmu yang terpenting dari bahasa arab adalah ilmu shorof.

Bahkan guruku juga pernah mengatakan; jika harus memilih lebiih penting mana antara ilmu nahwu dan ilmu shorof maka ilmu shorof lebih penting. Sebab, sohof itu membahas tentang huruf-huruf nya, sedang ilmu nahwu hanya membahas tentang harokat saja.

Yang  nantinya, jika diterapkan pada membaca arab gundul atau kitab-kitab yang tidak ber-harokat maka pemahaman nya tergantung pada huruf-huruf nya.

Misal, didalam al-qur’an terdapat kata”wa idzaa” dan atau “fa idza” tentu ini artinya berbeda bukan? Atau contoh lain yaitu; “taqoobala-yataqoobalu” denngan “taqobbala-yataqobbalu” untuk arti bahasa indonesia nya teman-teman buka di kamus masing-masing ya hehe. Eh tapi teman-teman sudahkah bisa membuka kamus bahasa arab? Jika belum bisa nanti aku bahas di kesempatan lain yaa? Insyaallah.

Nah jadi teman-teman ilmu shorof itu ilmu yang membahas tentang perubahan huruf. Itu menurut ku biar simel aja sih hehehe.

kalau mau yang sulit juga tidak masalah, nih aku kasih tau, tapi baca sampai akhir ya. 
Adapun buku yang aku pakai adalah seperti gambar dibawah ini; tereng-tereng.. hehe

kitab ilmu shorof 2 KMI gontor

Ilmu Shorof; Pennggertian dan perbedaannya dengan Ilmu Nahwu

Shorof menurut bahasa adalah perubahan
Shorof menurut istilah adalah pengetahuan untuk menganalisa sebuah kata berbahasa Arab ketika dalam keadaan berdiri sendiri. Pembahasannya meliputi pembentukan kata serta aturan perubahannya menjadi kata-kata baru yang merupakan turunan dari sebuah kata berbahasa Arab. Di dalam ilmu tata bahasa Indonesia disebut morfologi

Sesuai dengan pengertian dasarnya, shorof adalah ilmu yang memetakan “perubahan” bentuk dari sebuah kata dasar (mufrod) ke bentuk plural (jama').

Adapun penyusunnya adalah Muadz bin Muslim Al-Harraa

Sedangkan tema yang di bahas di dalam ilmu shorof adalah penulisan bahasa arab dari isim mu’robah (kata yang bisa berubah) dan af’alil mutashorifah (kata kerja yang bisa berubah-rubah).

sedangkan manfaat mempelajari ilmu shorof sebagai tolak ukur dalam mempelajarinya adalah sebagai berikut :

1. Melarang dari kesalahan dalam penulisan bahasa arab dan atau pengucapannya.

2. Membantu kita untuk mengetahui huruf-huruf asli dan huruf-huruf tambahan. Adapun huruf tambahannya adalah : sin, hamzah, lam, ta, mim, wau, nun, hah (besar) dan alif.

3. Penyesuaian melodi (intonasi) dalam menyesuaikan bentuknya.

Adapun perbedaannya dengan ilmu nahwu adalah;

Ilmu Nahwu terfokus mempelajari seputar struktur (susunan kalimat serta harokat) dalam Bahasa Arab yang baik dan benar. Ilmu Shorof mempelajari berbagai perubahan bentuk kata ke bentuk kata yang lainnya.

Adab-Adab Penuntut Ilmu (Ilmu shorof);

Setelah aku memberitahu pengertian dan atu penjelasan mengenai ilmu shorof. Aku juga gak bakalan lupa buat mengingatkan teman-taman mengenai adab-adab penuntut ilmu.

Pertama; teman-teman perlu diingat bahwa ilmu itu milik Allah jadi jangan lupa meminta dan berdo’a kepada Allah untuk diberikan pemahaman dan kemudahan dalam memahami dan mempelajari ilmu –ilmu apapun, tidak hanya ilmu shorof-

Kudua; berusahalah berhusnudzon kepada guru. Sebab guru adalah wasilah antara kita dengan cahaya Allah. Bahkan guru ku pernah bercerita bahwa; Imam Syafi'i jika tidak salah –maaf dan koreksi saja kalau keliru- beliau selalu bershodaqoh sebelum mendapatkan ilmu atau belajar kepada gurunya. Guna untuk di jauhkan dari penglihatan dan pendengaran serta pengetahuannya mengenai aib guru nya. Sebab hawatir akan mengurangi penghormatan nya kepada guru.

Kemudian yang ketiga; jangan pula lupa dari siapa kita mendapat ilmu? Jangan sampai kita mendapat ilmu tapi tidak mengenal lewat siapa kita mendapatkannya. Maka penting bagi kita untuk mengetahui siapa pengarang dan pengajarnya. Bahkan orang-orang salaf selalu memberi dan mengirimkan al-fatihah kepada mualif kitab sekalipun

Nah sebenarnya banyak sekali adab-adab penuntut ilmu. Tapi pada kesempatan kali ini aku baru bisa memberi tiga ya. Mohon maaf kekurangan nya, semoga bisa di tambal di lain kesempatan aamiin.

Ini sebagai pengenalan aku kepada teman-teman mengenai ilmu shorof. Alhamdulillah aku diamanahi untuk mengajar shorof di pondok pesantren Darel Azhar kisaran tiga tahunan. Jadi sedikit-banyaknya kita yang ku ajarkan kepada santri telah ku pelajari dan ku pahami terlebih dahulu. Sebab dulu aku tidak begitu paham dan hafal wkwk.

Memang benar kata kiai gontor bahwa “mengajar adalah sebaik-baik belajar” eh atau terbalik ya tatanan nya? Pokoknya intinya begitulah hehe.

Semoga allah memudahkan teman-teman dalam belajar dan memahami ilmu khususnya ilmu shorof. Semangat.. semangat berjuang.
Thob'an Najah
Assalamu'alaikum,, Tidak ada yang istimewa dari saya, saya hanya perempuan biasa yang ingin menciptakan hal luar biasa, lewat tulisan, semoga teman-teman suka yaa sama tulisan saya Salam kenal semuanya :'))

Related Posts

Posting Komentar